George Soros: Miliarder Yahudi Diduga Dalang Demo Chaos di Indonesia
- calendar_month Sen, 1 Sep 2025
- visibility 244
- comment 0 komentar

Kabarkini, PKUPOST.COM – Media Rusia Sputnik, melalui artikel analisisnya menyebutkan keterlibatan George Soros pada aksi demo ricuh yang terjadi di Indonesia beberapa hari lalu.
Pernyataan ini diungkap Sputnik dalam artikel yang berjudul “Soros, NED Could Be Behind Indonesian Protests.”
Didalam artikel tersebut membahas beberapa agenda George Soros dan alasan menjadikan Indonesia sebagai sasaran perlawanan melalui demonstrasi.
Simbol perlawanan yang ditandai dengan banyaknya bendera bajak laut dari anime “One Piece” sejak bulan Juli lalu yang beredar, menjadi kuat dugaan adanya campur tangan eksternal.
Dalam anime itu bendera hitam dengan gambar tengkorak bertopi jerami digunakan sebagai lambang perlawanan terhadap tirani.
Melalui kutipan analis geopolitik Angelo Giuliano, Sputnik menjelaskan simbol tersebut mirip dengan beberapa pola gerakan yang pernah terjadi di wilayah lain.
Sejumlah protes yang terjadi memaksa Presiden Prabowo Subianto membatalkan rencana perjalanannya ke China dan melewatkan Konferensi Tingkat Tinggi Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO).
Sputnik juga mengutip Jeff J. Brown, penulis “The China Trilogy” yang juga merupakan pendiri Seek Truth From Facts Foundation.
Dalam tulisannya, Brown menyebutkan situasi di Indonesia memiliki persamaan dengan Serbia, dimana menjadi bagian dari strategi revolusi warna.
Brown menilai, kelompok G7 menginginkan pemimpin yang dapat sejalan dengan kepentingan Amerika Serikat, seperti yang sebelumnya terjadi di era Soeharto.
Presiden Prabowo juga dianggap tidak sesuai dengan agenda G7 karena dinilai tengah memperkuat hubungan Indonesia dengan China, Rusia, SCO dan BRICS.
Perlu diketahui, Indonesia menjadi negara Asia Tenggara pertama yang bergabung dengan BRICS dan juga aktif dalam inisiatif Belt and Road.
Selain itu, Indonesia berada pada peringkat kedelapan ekonomi dunia berdasarkan paritas daya beli (PPP) dan ekonomi terbesar di ASEAN serta negara berpopulasi terbesar keempat hampir 300 juta jiwa.
“Dari perspektif imperialisme barat, kondisi Indonesia saat ini menjadi sasaran potensial dengan revolusi warna yang direkayasa barat.” Ujar Brown.
Senada dengan itu, sebelumnya mantan Kepala BIN, A.M Hendropriyono mengatakan mengetahui ada yang bermain sebagai dalang dalam rencana demo di Indonesia.
Ia menjelaskan, bahwa dalangnya adalah orang luar dan menggunakan kaki tangannya di dalam (Indonesia). Hendropriyono menyebutkan bahwa aktor tersebut adalan Non state yang memiliki pengaruh kuat.
- Penulis: admin pkupost


Saat ini belum ada komentar